Bungursari – Setelah sukses menyabet predikat Kota Sehat
sebanyak tiga kali, tahun ini Tim Verifikasi Kota Sehat kembali memastikan
pelayanan kesehatan yang sudah dilaksanakan Pemkot Tasikmalaya terhadap
masyarakat.
Ketua Tim Verifikasi Kota Sehat H Kani menjelaskan Kota
Sehat bukan merupakan perlombaan, melainkan meninjau sejauh mana pemenuhan
indikator capaian Kota Sehat di suatu daerah tercapai. Apalagi, kata dia,
Pemkot Tasikmalaya sudah meraih predikat Kota Sehat tertinggi yakni Swasti Saba
Wistara di 2017.
“Sekarang Pemkot mengajukan untuk yang kedua kalinya, kita
akan tinjau sejauh mana upaya dalam mempertahankan kategori tersebut,” ujarnya
saat ditemui usai penerimaan tim verifikasi Kota Sehat di aula Bale Kota, Kamis
(31/1).
Menurutnya, bukan hanya tingkat kesehatan saja yang menjadi
indikator penilaian Kota Sehat, melainkan sektor pangan dan industri yang
melekat dengan bidang kesehatan. Terutama, sejauh mana Pemkot melaksanakan
pelayanan berkaitan kesehatan terhadap masyarakat. “Namun, kita lihat masih
banyak kekurangan. Salah satunya kekurangan gizi masih terjadi. Nah kita akan
lihat sejauh mana Pemkot berkomitmen berpacu melaksanakan pelayanan kesehatan
dalam persoalan tersebut,” tuturnya.
Belum lagi, kata dia, persoalan Demam Berdarang Dengue (DBD)
yang kini sedang mengalami peningkatan. Pihaknya akan memverifikasi selama
beberapa waktu dan mengumpulkan hasilnya ke pemerintah pusat untuk dinilai.
“Pantas tidaknya Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan berharap
verifikasi yang dilaksanakan tim bisa kembali membuahkan hasil yang baik.
Mengingat, verifikasi tersebut ke empat kalinya dilaksanakan, setelah hasil
dari tiga verifikasi sebelumnya meraih penghargaan Kota Sehat dengan berbagai
predikat.
Ivan menceritakan selama tiga tahun terakhir Pemkot sukses
meraih predikat Swasti Saba Padapa di tahun 2013, Swasti Saba Wiwerda 2015, dan
Swasti Saba Wistara 2017. Di tahun 2019 ini, kata dia, Pemkot kembali
mengajukan tatanan dan lokus unggulan untuk diverifikasi dalam rangka penilaian
penghargaan Swasti Saba Wistara II dengan 8 lokus tatanan.
“Kita harap verifikasi yang kembali dilaksanakan tahun ini
bisa berbuah hasil yang baik. Mengingat pembangunan kesehatan juga tetap
menjadi lokus Pemkot,” ujarnya menegaskan. (igi)
Source:
Radar Tasikmalaya, Jum’at 1 Februari 2019 (26 Jumadil
Awal 1440H) hal: 1 dan 11
Title : Kota Tasikmalaya Diuji Pertahankan Kota Sehat
Description : Bungursari – Setelah sukses menyabet predikat Kota Sehat sebanyak tiga kali, tahun ini Tim Verifikasi Kota Sehat kembali memastikan pelayan...