Rabu, 29 Februari 2012

Cara Menguji Batu Mulia


Batu-batu mulia tentunya banyak sebagian orang menyukai bahkan dengan harga mahalpun sebagian orang berupaya untuk mendapatkannya, lantas bagaimana terjadinya jual beli batu-batu mulia?
Untuk tercapai jual beli batu-batu mulia atau permata biasanya memiliki tiga syarat mutlak, diantaranya gemar dan mengerti, cukup uang, juga dorongan koleksi.

Sebagian orang tentunya ingin mengoleksi batu-batu mulia, alangkah baiknya untuk mengenali lebih jauh mana batu mulia asli ataupun mana batu mulia palsu. Ada berbagai cara yang agak sulit diperhatikan oleh orang-orang awam bahkan ahli, akan tetapi ada beberapa pengujian yang sederhana. Semoga ini bisa membantu sahabat yang senang mengoleksi batu-batu mulia. Perhatikan batu-batu mulia itu pada urat-urat alam yang tampak, nilai keras, kadar beratnya dan pemantulan sinar batu.

Untuk melihat urat-urat alam dari batu-batu itu harus menggunakan kaca pembesar (vergrootglas) atau mikroskop. Jika ada sebagian orang yang ingin tahu berapa nilai keras batu-batu itu, alat yang digunakan adalah hardness point set pensil. Untuk menguji kadar berat batu-batu mulia gunakan timbangan air, sedang untuk mengetahui pantulan sianrnya harus digunakan refraktometer. Sedangkan untuk menguji batu zamrud atau batu emerald yang hijau harus digunakan emerald filter. Dengan alat ini orang dapat dengan cepat mengetahui apakah zamrud itu palsu atau asli. Dalam teropong dengan filter itu, zamrud yang tulen tampak merah, sedangkan kalau batu biasa yang dihijaukan tetap hijau.

Pustaka: 
Pouw Kioe An/ Han Sam Kay. Rahasia Batu Permata.Mandira.Semarang 1994


free counters

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

entri