Tasik - Ketua RT 01 Kampung Aboh, Sukamulya, Bungursari Kota
Tasikmalaya Agus Suherlan (55), semalam sekitar pukul 22:00 WIB meninggal
dunia. Pihak keluarga menduga almarhum wafat akibat terserang Demam Berdarah
Dengue (DBD).
Agus diketahui menghembuskan nafas terakhir, setelah
sebelumnya mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Jasa Kartini (RSIK).
Anak almarhum, Anggi Gunawan (30) mengatakan ayahnya
mengalami demam tinggi sejak Selasa (5/2), pihak keluarga langsung membawanya
ke klinik untuk diberikan penanganan medis. “Karena kondisinya parah pada Rabu
(7/2) langsung dibawa ke RSIK,” ujarnya kepada Radar.
Setelah itu, kata Anggi, keluarga diberi penjelasan oleh pihak
rumah sakit bahwa trombosit Agus menurun dengan tensi darah rendah. Akan tetapi
pukul 22:00 WIB tadi malam, Agus menghembuskan nafas terakhirnya di RSIK.
“Kalau lihat dari kondisinya kami menduga karena DBD,” tuturnya.
Sebelumnya, kepada keluarga, Agus mengaku kurang istirahat
karena susah tidur. Agus pun sempat meminta dokter memberikannya obat supaya
bisa tidur.
Tetangga Agus, Ibar (55) menyebutkan Agus baru sekali
menjalani pemeriksaan. Rencananya pukul 01:00 dini hari tadi, dia akan
diperiksa oleh petugas medis. “Tadinya dijadwalkan mau diperiksa lagi tapi
keburu meninggal,” tuturnya.
Ketua RW setempat, Dede Badrudin menduga penyebab
meninggalnya Agus akibat DBD, dia mengaku kaget karena beberapa hari sebelumnya
masih berbincang seperti dengan almarhum. “Saya juga baru tahu hari ini
(kemarin, red),” karanya.
Suasana duka terlihat dirumah almarhum, warga sekitar pun
berkerumun di sekitarnya. Tangis keluarga pecah saat jenazah datang dengan
menggunakan ambulans. Setelah dipulasara dan dishalatkan, jenazah langsung
dikebumikan.
Diberitakan sebelumnya, warga Kampung Cicantel Kelurahan
Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya, Aah Komariah (45) diduga
meninggal akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) sekitar pukul 18:30 WIB Selasa
(5/2).
Awalnya, Aah mengeluhkan sakit kepada suaminya Atop Hermawan
(46), Senin (4/2). Kemudian, Aah dibawa berobat ke Puskesmas Tamansari namun
tidak kunjung membaik.
Dari keterangan petugas puskesmas, almarhum disarankan untuk
menunggu dua hari, sambil diberi obat rawat jalan. Pada malam harinya Aah
menggigil dan mengeluh panas dingin.
“Setiba di rumah, malamnya malah panas dingin, kemudian
muntah-muntah, saya kembali ke puskesmas lagi dan disarankan langsung ke rumah
sakit untuk ditangani,” ujar Atop menceritakan kepada wartawan di sela proses
pemakaman istrinya.
Akhirnya, kata dia, sekitar pukul 06:00 Selasa (5/2), dia
membawa istrinya tersebut ke RSUD dr Soekardjo. Aah, langsung ditangani dan
menunggu cukup lama hasil pemeriksaan dari laboratorium untuk diteliti penyakit
yang diderita. “Ternyata dari hasil laboratorium, istri saya DBD. Kemudian tadi
sekitar pukul 18:30 meninggal di ruang perawatan,” tuturnya seraya berpasrah.
(rga/lgi)
Source:
Radar Tasikmalaya, Jum’at 8 Februari 2019 (3 Jumadil
Akhir 1440 H) hal:1 dan 7
Title : Ketua RT Wafat Diduga DBD
Description : Tasik - Ketua RT 01 Kampung Aboh, Sukamulya, Bungursari Kota Tasikmalaya Agus Suherlan (55), semalam sekitar pukul 22:00 WIB meninggal duni...